Where Your Heart ? Part 1
Author : Salsa Ten
Cast : Cho Kyuhyun
Jung Ah Yoo
Lee Dong Hae
as Cho JaeHoon
Gu Jakyung
Lee Sungmin
Lee Yeongjin
Other~``~
Genre : Love
Sad
Friendship
Family
Suara detak
jantung yang entah mengapa membuat pemiliknya khawatir dan kesakitan. Sambil
memegang dadanya, dia perlahan berjalan menuju ke lemari kecil dekat tempat
tidurnya. Ia membuka pintu lemari itu
dan mengambil sesuatu didalamnya. Dia mengambil beberapa butir obat di
dalamnya. 1 2 3 4.. Sebanyak itu obat yang dimakan olehnya jika jantungnya
bereaksi.
Dia menghela
nafas setelah menelan obat itu. Sambil menahan rasa sakit di dadanya, dia
perlahan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Dia mencoba menyamarkan
rasa sakit yang menerkamnya dengan mencoba tertidur.
In Morning Day
Langkah cepat
sepasang kaki terdengar dari lorong ke lorong. Dengan gerakan cepat kaki itu
dapat menarik perhatian setiap siswa di kelasnya masing-masing. Anak ini
terlambat berangkat sekolah, dan membuat anak ini barlari menuju ruang
kelasnya.
“hah, 3A.. Ya
di sini.” Ucap dari diri anak itu. Iapun memasuki kelas yang sudah terdapat
seorang guru yang akan memulai pelajaran.
Semua anak menatapnya dengan penuh
tanda tanya. Anak itu membungkukan tubuhnya dan meminta maaf pada songsagnim
yang sdang memperhatikanya.
“maaf.. Saya terlambat.”Kata anak
itu masih dengan nafas yang tidak teratur.
“emm, apa kau siswibaru itu?”
tanya songsagnim itu.
“i..iyaa..” jawabnya ceria.
“Karena kau siswi baru, jadi aku
masih memaklumi nya. Sekarang perkenalkan dirimu.”
“iya, ghamsahamnida..” kau
berbalik menghadap siswa lain untuk memperkenalkan dirimu. “Annyeong hasseo.. Saya
Jung Ahyoo imnida. Maaf hari pertama
saya disekolah ini mungkin meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan,maka dari
itu saya ingin minta maaf dan saya berjanji akan memperbaiki sikap saya. Saya
harap kalian dapat menerima saya.”
“Baiklah silahkan duduk di tempat
dudukmu”
“iyaa.. Ghamsahamnida”
Kaupun duduk di tempat yang masih
kosong dan mulai mengikuti pelajaran yang akan diberikan gurumu.
Tenggg….
Tenggg… Tenggg…
Suara bel tanda pulang berbunyi.
Semua siswa memasukan bukunya ke dalam tas dan pulang. Kau pun melangkahkan
kakimu menuju pintu. Namun langkahmu terhenti saat melihat namja yang duduk di
sebelahmu sangat aneh. Dia seperti
sedang kesakitan. Awalnya kau hanya melihatnya saja namun lama kelamaan namja
itu bertambah aneh. Dia sedikit mengerang kesakitan, kau pun dengan cepat
mendekati namja itu.
“ada apa? Kau
kenapa?” tanyamu khawatir
Dia tak menjawab dan hanya memegang dadanya dengan kuat. Kau
bertambah khawatir denganya..
“heyyy,, apa yang terjadi? bagian mana yang sakit?” tanyamu dengan
memegang pundaknya.
Dengan cepat namja itu
menyingkirkan tanganmu dari bahunya. Tatapanya saat ini sangat menyeramkan
padamu. Kaupun menjauhkan tubuhmu darinya. Hanya satu langkah ke belakang. Kau
merasa aneh dengan sikap nammja itu yang sepertinya marah padamu. Perlahan ,
dengan pelan namja itu berdiri dengan susah payah. Dan kau mencoba untuk
membantunya berdiri. Namun untuk yang kedua kalinya dia menyingkirkan tanganmu
kambali. Kali ini tatapanya benar-benar sangat menyeramkan.
“kenapa tatapanmu seperti itu?”
tanyamu sedikit gagap.
“ja..jangan ikut campur!!!!”bentak
namja itu namun dengan suara lirih.
Kau hanya bisa memandang heran
perilaku namja itu. Dia berjalan dengan perlahan dengan menahan rasa sakitnya.
“aneh sekali. Aku kan hanya ingin
menolongnya, kenapa dia seperti itu? Tapi kenapa dia seperti itu??” tanyamu
sendiri.
Kau kembali melangkahkan kakimu
dan melihat bagaimana keadaan namja itu. Dan sepertinya jika dilihat dari cara
berjalanya dia masih kesakitan. Sebenarnya kau ingin sekali menolongnya, namun
dengan sikapnya seperti itu padamu kau mengurungkan niatmu. Hingga akhirnya
namja itu masuk ke dalam mobil, rasa khawatirmu sedikit berkurang. Kaupun
kembali berjalan menuju ke pintu gerbang sekolah dan pulang.
……….
“appa… aku pulang!!” serumu saat
di depan rumah sambil membuka pintu.
“masuklahh.. bagaimana sekolahmu
hari ini? Apa sekolahnya bagus?” tanya appamu.
“emm… menyenangkan. Tapi tadi aku
terlambat..”
“mwo terlambat? Wae??”
“ah itu karena bisnya datang
terlambat, jadi aku terlambat.”
“lain kali kau berangkat lebih
awal lagi yoo” nasihat appa dengan mengelus rambutmu.
“siiiaapppp….” Jawabmu dengan
tegas.
Other Place…
“seharusnya kau dirawat dulu,
jangan memaksakan dirimu. Sekolah dapat dikejar setelah kau dirawat beberapa
hari di rumah sakit setelah itu kau bisa sekolah lagi. Kau harus pikirkan kesehatanmu”
kata seorang dokter.
Namun orang yang diajak bicara
hanya diam saja sambil menatap kearah jendela.
“hmmm… baiklah nyonya cho,
sepertinya dia ingin ditinggal sendiri dulu” kata dokter lagi.
“iyaa.. mari
saya antar ke depan”
Wanita paruh baya itu dengan
dokter pun keluar dari kamar itu.
“dokter, apa keadaan putraku
semakin parah?”
“Semakin parah tidak, tapi
fisiknya tidak begitu kuat untuk bertahan selama itu tanpa perawatan”
Wanita itu hanya diam saja, dan
tanpa disadari air matanya menetes begitu saja. Dan itu membuat sang dokter iba
untuk kesekin kalinya.
“nyonya cho, aku tahu bagaimana
perasaanmu, tapi aku tahu kau dan putramu itu sangat hebat. Aku yakin putramu
akan bertahan lebih lama.”
“itu dalah harapan setiap ibu
untuk anaknya. Tapi sampai kapan anaku harus menahan rasa sakitnya dokter hyun?
Aku sebagai ibunya bisa lebih merasakan sakit dari apa yang putraku rasakan.”
Ucap wanita itu dengan air mata yang terus keluar dan mengusapnya.
“Ibu? Kenapa dengan ibu” tanya
seorang namja yang tiba-tiba datang.
“tidak ada apa-apa. Jaehoon
tolong kau tengok adikmu di kamar.
“baiklahh.”
Lalu jaehoon menuju kamar
adiknya. Dia membuka kamar itu, dan didapatinya seorang namja yang masih
termenung menghadap ke luar jendela. Jaehoon mendekati adiknya.
“apa kau membuat ibu menagis
lagi?” tanya jaehoon yang hanya dibalas dengan tengokan saja.
Jahoon duduk di sisi adiknya
itu.Dipandangnya wajah yang terlihat pucat dan dingin itu.
“kyu , kau tau. Di luar sana
banyak anak kecil yang memiliki kelemahan sepertimu di luar sana. Tapi mereka
menjalani hidup mereka dengan tawa dan kebahagiaan. Mereka hidup layaknya
seperti orang lain. Tapi kenapa kau sangat berbeda dengan mereka?”
Tak ada jawaban sama sekali.
Suasana hening menyelimuti kamar itu.
“Heuhhh… sepertinya aku hanya
diaggap sebagi patung olehmu. Lebih baik aku pergi saja” keluh jaehoon dengan
membangkitkan badanya dari tempat duduk.
Namun ada sebuah tangan yang
menahanya pergi. Yaa, itu adalah tangan adiknya, Kyuhyun. Jonghoon pun kembali
duduk dan tersenyum padanya.
“aku tahu kau tidak akan
mengabaikan hyungmu ini” ucap jonghoon sambil mengacak sedikit rambut adiknya
itu.
Tetap saja ekspresi dari adiknya
tak berubah. Dan itu membuat jonghoon sedikit kesal. Jonghoon pun hanya duduk
diam saja sambil ikut memandang kelur
jendela seperti kyuhyun.
“hyung…” ucap kyuhyun dengan
lirih.
“hemm” sahut jonghoon.
“kira-kira berapa lama lagi?”
tanya kyuhyun
“apa?”
“tentu saja hidupku.”
Dengan cepat jonghoon menengok ke
wajah kyuhyun dengan iba. Dan kyuhyun pun menatap wajah hyungnya itu.
“apa aku akan lebih lama di sini
atau bahkan lebih sebentar?”
“apa yang kau
katakan? Kau akan selalu bersamaku, bersama ibu.” Kata jonghoon
“aku lelah hyung. Aku lelah
dengan semunya.” Ucap kyuhyun yang diteruskan dengan air mata yang keluar dari
matanya yang sedu itu.
“Dengar! Kau adalah adiku yang
paling hebat. Sampai kapanpun, kau akan bersama dengan kami. Kau tidak akan
kemana-mana, kau akan tetap di sini. Arasseo” ucap jnghoon lantang yang juga
ikut menangis.
Kyuhyun menundukan kepalanya dan
mencoba tidak meperlihatkan air matanya.Dia terus saja menangis. Jonghoon yang
juga ikut merasakan apa yang kyuhun rasakan pun ikut menangis. Dengan cepat
jonhoon menarik tubuh kyuhyun dan memeluknya. Jonghoon benar-benar tidak tega
dengan apa yang dialami Kyuhyun. Dia terus merangkul kyuhyun dengan erat.
“jika aku bisa memilih, tolong
gantikan aku diposisi adiku Tuhan. Aku tidak bisa melihat adiku yang terus
tersiksa oleh penyakitnya. Tolong jaga
selalu adiku Tuhan. Hanya itu yang aku inginkan darimu.” Doa jonghoon dalam
hatinya.
Mereka berduapun tenggelam dalam
tangisan. Menangis bersama dalam pelukan yang mengharukan itu.
…….
“bagaimana bisa aku terlambat
lagi ke sekolah.. Apa hukuman yang akan kuterima dari guru pagi ini? Hah !!!
Dasar yeoja pabo!! Kanapa kau bangun jam setengah 7??” gerutumu saat berjalan
terburu-buru dijalan sambil berjalan kecil.
Kau terus saja melangkahkan kakimu
dengan cepat tanpa melihat jalan. Tiba-tiba,
Ttinnnn….. Suara kelakson keras
yang saat ini didepanmu. Semua buku yang kau bawa berserakan di jalan karena
kau terkejut. Kini kau masih saja melihat kearah mobil yang hampir saja
menabrakmu. Tak dapat bergerak sedikit pun, tubuhmu masih gemetaran karena
ujung mobil yang sudah menempel di kakimu. Tak lama mobil itupun memundurkan
sedikit dari posisimu. Dan keluarlah seorang namja berpakaian rapih dengan jas
hitam dan dengan sedikit poni di dahinya. Dia melangkah ke arahmu.
“nona , kau tidak apa-apa”? Apa
ada yang luka? Tolong maafkan aku, aku tadi tidak konsentrasi” kata namja itu
sambil membungkukan tubuhnya.
Kau hanya diam saja tanpa
merespon pertanyaan namja itu.
“mmm… kau tidak apa-apa? Kenapa
kau diam saja?”
“a..aa… ah tidak aku tidak papa,
maaf aku tadi tidak melihat jalan saat menyebrang.” Katamu sambil membungkukan
badanmu.
“hey,, kau tidak perlu membungkukan
tubuhmu. Kau tidak bersalah. Tadi aku seharusnya melihatmu menyebrang. Sekali
lagi maafkan aku.”
“tidak, tuan. Ini salahku. Sekali
lagi aku minta maaf.” Katamu cepat yang langsung membungkuan dirimu untuk
membereskan bukumu yang berserakan di jalan.
Namun, namja itu ikut
membungkukan tubuhnya dan ikut membereskan bukumu. Dia begitu sopan dan lembut,
sikanya membuatmu gugup. Dengan cepat kau membereskan bukumu yang berserakan.
“maaf, aku buru-buru. Sekali lagi
aku minta maaf” Kaupun meninggakan namja itu.
Namun namja itu menahan mu.
“tunggu !!!” teriknya.
Kaupun menoleh kebelakang..
“eummm… apa kau sekolah di SMA
Yeong Joo?” tanyanya.
“iyaa, wae?”
“ini sudah hampir pukul
tujuh,sebaiknya aku antar ke sana?”
“mwo??” kau berpikir sejenak..
“Ini hanya sebagai permintaan
maafku, tidak ada maksud lain. Bagaimana?”tanyanya yang diikuti senyuman
manisnya.
“apa tidak
merepotkan anda?” tanyamu ragu
“tentu tidak. Silahkan.” Suruhnya
dengan mempersilahkan masuk ke dalam mobilnya.
Kaupun masuk ke dalam mobil namja
itu dan menuju ke sekolah. Suasana di dalam mobil sangat hening. Kau tidak
berani membuka pembicaraan dengan namja itu.
“sebelumnya, aku belum tau
namamu.”tanyanya mengawali.
“oh,, aku Jung Ah Yoo.”
“Nama yang cantik, sama seperti
orangnya” pujinya
“terima kasih.. lalu nama tuan
siapa? Aku belum mengetahuinya.”
“hhaa hhaha…. Apa aku setua itu
hingga kau memanggiilku tuan, nona Jung?”
“hahh?” kau sempat bingung dengan
apa yang dia katakan.
“ekhemm. Namaku Cho Jae Hoon.
Dan, umurku masih 21 tahun. Jadi jangan memanggilku tuan, itu terlau tua
untuku.” Jelasnya dengan sedikit bercanda.
Kaupun meresponya dengan sedikit
tersenyum heran pada namja yang bernama Jae hoon itu. Tak lama, telah sampailah
di depan SMA Yeong Joo . Namja itu menghentikan mobilnya dan berbalik
menatapmu. Kau yang tadinya hanya melamun tersadar karena tangannya
mengibas-ngibaskan di depan wajahmu.
“Ekhemm.” Gumm Jae Hoon
menyadarkanmu
“e..eee.. sudah sampai?”
“iya”
Baiklah aku turun. Maaf sudah
merepotkanmu tuan , ee maksudku..”
“Kau bisa memanggilku oppa.”
Katanya yang memutus kalimatmu.
“i..yaa.. Oppa?”
“hemm, silahkan”
Kau pun keluar dari mobil dan
bergegas menuju ke dalam sekolah. Sedangkan Jaehoon belum juga menyalakan
mobilnya. Dia terus saja memandangimu smpai benar-benar tak terlihat dari
pandanganya,
“Jung Ah Yoo… Dia yeoja yang
lucu. Tapi kenapa aku jadi memikirkanya ya?” tanya haejoon pada dirinya
sendiri.
Setelah tersadar dari lamunannya
, haejoon bergegas menyalakan mesin
mobilnya dan kembali menuju ke kantornya.
Gimana? ini baru part 1. Jelek? Garing? tulis aja pendapat kalian di komentar yaa?? Saya harap komentar kalian akan lebih memekakan(?) hati saya untuk lebih terampil lagi saat menulis :) terima kasih...
Komentar
Posting Komentar